Minggu, 20 September 2015

Mitos Daging Kambing Pemicu Diabetes


Apakah daging kambing pemicu gula darah tinggi?

Tentu kita tidak asing lagi dengan penyakit gula darah, selain gula darah rendah (mengenal gula darah rendah) penyakit yang sering menyerang kita adalah gula darah tinggi. Banyak faktor yang memicu terjadinya gula darah tinggi salah satunya yaitu berasal dari makanan yang kita konsumsi. (baca juga tentang khasiat daun sirsak untuk obat gula darah)
Sering kali didengar konsumsi daging kambing bisa memicu darah tinggi dan diabetes. Padahal menurut dokter, yang sebenarnya terjadi bukanlah demikian. Bukan daging kambing yang memicu darah tinggi dan diabetes, akan tetapi karbohidrat yang disantap bersama daging tersebut. Menurut penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan, daging kambing mengandung lemak jenuh yang cukup tinggi. Perlu anda ketahui bahwa kandungan lemak jenuh dalam daging kambing masih kalah dengan jumlah lemak tak jenuhnya. Dan satu lagi yang perlu menjadi catatan kita, yaitu kandungan lemak jenuh dalam daging kambing lebih sedikit dibanding kandungan lemak jenuh pada daging sapi dan daging domba. 


Daging Kambing Bukan Pemicu Utama Diabetes

Menurut dokter, tidak banyak yang mengetahui bahwa nasi itu bukan hanya sekadar karbohidrat saja, melainkan juga lemak. Maka dapat dikatakan bahwa yang sebenarnya menyebabkan gula  darah naik itu adalah makanan dan minuman penyerta ketika mengonsumsi daging kambing itu.

Sebenarnya, ada bagian dari kambing yang dapat memicu sebuah penyakit jika kita mengkonsumsinya. Yaitu jeroan daging kambing. Karena mengandung purin dan lemak jahat yang sangat tinggi, jeroan kambing dapat membuat pembuluh darah kita menjadi tersumbat. Inilah yang akan menjadi pemicu penyakit gula darah karena aliran darah ke seluruh tubuh tidak akan lancar dan terhalang oleh tumpukan lemak disepanjang pembuluh darah. Jadi, resiko ini lebih tinggi dibandingkan dengan resiko darah tinggi yang disebabkan oleh daging kambing.

Bagi anda yang masih takut untuk mengkonsumsi daging kambing karena takut diabetes, anda dapat mengkonsumsinya dalam jumlah kecil kemudian membuat jus jeruk sebagai minumannya. Jus jeruk mengandung vitamin C tinggi yang dapat menetralkan lemak jenuh pada kambing yang anda makan. 



Berdasarkan penelitian tersebut, dapat kita simpulkan bahwa daging kambing bukan pemicu hipertensi utama. Namun, mitos yang berkembang dimasyarakat tampaknya sudah mendarah daging. Padahal, faktanya jika daging tidak dikonsumsi dalam jumlah besar maka akan memberi nutrisi bagi tubuh agar tetap sehat. Seperti yang kita ketahui, segala sesuatuu yang berlebihan tak akan berdampak baik bagi kesehatan. karena itulah, untuk menjaga kesehatan, anda boleh mengkonsumsi daging kambing dengan jumlah yang tidak berlebihan.

Bagaimana cara mengolah daging kambing yang benar agar tidak memicu diabetes?



Tidak ada komentar:

Posting Komentar